| Mengingat
: |
1. |
Undang-undang Nomor 1 Tahun 1995 Tentang
Perseroan Terbatas ( Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 13
Tahun 1995; Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 3587
) ; |
|
|
|
|
| |
2. |
Keputusan Menteri Hukum Dan Perundang-undangan
Nomor : M.03-PR.07.10 Tahun 2000 Tentang Organisasi dan Tata Kerja
Departemen Hukum Dan Perundang-undangan ; |
|
|
|
|
| |
3. |
Keputusan Menteri Kehakiman Dan Hak Asasi
Manusia Republik Indonesia Nomor : M.01.HT.01.01 Tahun 2000 Tentang
Pemberla-kuan Sistem Administrasi Badan Hukum di Direktorat Jenderal
Administrasi Hukum Umum Departemen Kehakiman Dan Hak Asasi Manusia
Republik Indonesia. |
| |
|
|
| |
4 |
Keputusan Menteri Kehakiman Dan Hak Asasi
Manusia Republik Indonesia Nomor : M-01.HT.01.01.Tahun 2001 Tentang
Tata Cara Pengajuan Permohonan dan Pengesahan Akta Pendirian dan
Persetujuan Akta Perubahan Anggaran Dasar Perseroan Terbatas. |
| |
|
|
| |
5 |
Keputusan Menteri Kehakiman Dan Hak Asasi
Manusia Republik Indonesia Nomor : M-02.HT.01.01.Tahun 2001 Tentang
Tata Cara Penyampaian Laporan Akta Perubahan Anggaran Dasar Perseroan
Terbatas. |
| |
|
|
|
|
|
|
|
M E M U T U S K A N :
|
|
|
|
|
| Menetapkan
: |
|
KEPUTUSAN DIREKTUR JENDERAL ADMINISTRASI
HUKUM UMUM TENTANG DOKUMEN PENDUKUNG FORMAT ISIAN AKTA NOTARIS (
DIAN ) MODEL I DAN DOKUMEN PENDUKUNG FORMAT ISIAN AKTA NOTARIS (
DIAN ) MODEL II UNTUK PERSEROAN TERBATAS TERTENTU. |
|
|
|
|
|
|
|
Pasal 1
|
|
|
|
|
| |
|
Dokumen Pendukung Format Isian Akta Notaris
( DIAN ) Model I atau Dokumen Pendukung Format Isian Akta Notaris
( DIAN ) Model II adalah Dokumen yang wajib dilengkapi dalam pengisian
Data Isian Akta Notaris ( DIAN ) Model I atau Format Isian Akta
Notaris ( DIAN ) Model II. |
| |
|
|
|
|
|
Pasal 2
|
|
|
|
|
| |
|
Dokumen Pendukung Data Isian Akta Notaris
( DIAN ) Model I atau Dokumen Pendukung Data Isian Akta Notaris
( DIAN ) Model II, sebagaimana dimaksud dalam Lampiran III dan Lampiran
IV Keputusan Menteri Kehakiman Dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia
Nomor : M-01.HT.01.01.Tahun 2001 tanggal 31 Januari 2001, adalah
dokumen pendukung yang mutlak harus dipenuhi dalam setiap pengajuan
permohonan pengesahan akta pendirian perseroan terbatas atau pengajuan
permohonan persetujuan akta perubahan anggaran dasar perseroan terbatas. |
|
|
|
|
|
|
|
Pasal 3
|
| |
|
|
|
|
(1)
|
Dalam hal permohonan pengesahan akta pendirian
perseroan, penyetoran sahamnya dilakukan dalam bentuk inbreng perusahaan,
maka selain harus dilengkapi Dokumen Pendukung Data Isian Akta
Notaris ( DIAN ) Model I sebagaimana dimaksud dalam Lampiran III
Keputusan Menteri Kehakiman Dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia
Nomor : M-01.HT.01.01.Tahun 2001 tanggal 31 Januari 2001 juga harus
dilengkapi : |
| |
|
a. Neraca akhir perusahaan yang bersangkutan
yang di inbrengkan kedalam perseroan ; dan |
| |
|
b. Pengumuman dalam 2 ( dua ) surat kabar
harian yang memuat mengenai penyetoran saham bentuk inbreng perusahaan
ke dalam perseroan. |
| |
|
|
| |
(2) |
Dalam hal permohonan pengesahan akta pendirian
perseroan atau permohonan persetujuan akta perubahan anggaran dasar
perseroan, penyetoran sahamnya dilakukan dalam bentuk lain selain
uang, maka selain harus dilengkapi Dokumen Pendukung Data Isian
Akta Notaris ( DIAN ) Model I atau Dokumen Pendukung Data Isian
Akta Notaris ( DIAN ) Model II sebagaimana dimaksud dalam Lampiran
III dan Lampiran IV Keputusan Menteri Kehakiman Dan Hak Asasi Manusia
Republik Indonesia Nomor : M-01.HT.01.01.Tahun 2001 tanggal 31 Januari
2001 juga harus dilengkapi : |
| |
|
a. Pengumuman dalam 2 ( dua ) surat kabar
harian yang memuat mengenai penyetoran saham dalam bentuk benda
tidak bergerak ; dan |
| |
|
b. Bukti Penilaian oleh ahli yang tidak
terikat pada perseroan. |
| |
|
|
|
|
(3)
|
Dalam hal permohonan pengesahan akta pendirian
perseroan atau permohonan persetujuan akta perubahan anggaran dasar
perseroan, penyetoran sahamnya dilakukan dalam bentuk inbreng saham,
maka selain harus dilengkapi Dokumen Pendukung Data Isian Akta
Notaris ( DIAN ) Model I atau Dokumen Pendukung Data Isian Akta
Notaris ( DIAN ) Model II sebagaimana dimaksud dalam Lampiran III
dan Lampiran IV Keputusan Menteri Kehakiman Dan Hak Asasi Manusia
Republik Indonesia Nomor : M-01.HT.01.01.Tahun 2001 tanggal 31 Januari
2001, juga harus dilengkapi dengan pengumuman dalam 2 ( dua ) surat
kabar harian yang memuat mengenai penyetoran saham dalam bentuk
inbreng saham perseroan lain ke dalam perseroan. |
|
|
|
|
|
|
(4)
|
Dalam hal permohonan persetujuan akta
perubahan anggaran dasar perseroan, penyetoran sahamnya dilakukan
dengan cara kompensasi bentuk-bentuk tagihan tertentu, maka selain
harus dilengkapi Dokumen Pendukung Data Isian Akta Notaris ( DIAN
) Model II sebagaimana dimaksud dalam Lampiran IV Keputusan Menteri
Kehakiman Dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia Nomor : M-01.HT.01.01.Tahun
2001 tanggal 31 Januari 2001, juga harus dilengkapi : |
| |
|
a. Pengumuman dalam 2 ( dua ) surat kabar
harian yang memuat mengenai penyetoran saham yang dilakukan dengan
cara kompensasi bentuk-bentuk tagihan tertentu ; dan |
| |
|
b. Surat perjanjian yang timbul akibat
terjadinya penyetoran saham yang dilakukan dengan cara kompensasi
bentuk-bentuk tagihan tertentu. |
| |
|
|
| |
(5) |
Dalam hal permohonan persetujuan akta
perubahan anggaran dasar perseroan penyetoran sahamnya dilakukan
dengan kapitalisasi laba ditahan dan atau kapitalisasi cadangan
umum, maka selain harus dilengkapi Dokumen Pendukung Data Isian
Akta Notaris ( DIAN ) Model II sebagaimana dimaksud dalam Lampiran
IV Keputusan Menteri Kehakiman Dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia
Nomor : M-01.HT.01.01.Tahun 2001 tanggal 31 Januari 2001, juga harus
dilengkapi dengan Neraca Akhir Perseroan yang telah diaudit oleh
Akuntan. |
| |
|
|
| |
(6) |
Dalam hal permohonan persetujuan akta
perubahan anggaran dasar perseroan penyetoran sahamnya dilakukan
dengan penilaian kembali aktiva tetap, maka selain harus dilengkapi
Dokumen Pendukung Data Isian Akta Notaris ( DIAN ) Model II sebagaimana
dimaksud dalam Lampiran IV Keputusan Menteri Kehakiman Dan Hak Asasi
Manusia Republik Indonesia Nomor : M-01.HT.01.01.Tahun 2001 tanggal
31 Januari 2001, juga harus dilengkapi : |
| |
|
a. Keputusan Direktur Jenderal Pajak Tentang
Pengesahan Neraca Penyesuaian dalam rangka penilaian kembali aktiva
tetap. |
| |
|
b. Neraca akhir perseroan yang telah di
audit oleh Akuntan. |
| |
|
|
| |
(7) |
Dalam hal permohonan persetujuan akta perubahan
anggaran dasar perseroan dilakukan dalam rangka penggabungan , maka
selain harus dilengkapi Dokumen Pendukung Data Isian Akta Notaris
( DIAN ) Model II sebagaimana dimaksud dalam Lampiran IV Keputusan
Menteri Kehakiman Dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia Nomor
: M-01.HT.01.01.Tahun 2001 tanggal 31 Januari 2001, juga harus dilengkapi
: |
| |
|
a. Pengumuman dalam 2 ( dua ) surat kabar
harian yang memuat ringkasan rancangan penggabungan ; |
| |
|
b. Rancangan penggabungan ; dan |
| |
|
c. Akta penggabungan. |
| |
|
|
| |
(8) |
Dalam hal permohonan persetujuan akta
perubahan anggaran dasar perseroan dilakukan dalam rangka pengurangan
modal perseroan, maka selain harus dilengkapi Dokumen Pendukung
Data Isian Akta Notaris ( DIAN ) Model II sebagaimana dimaksud
dalam Lampiran IV Keputusan Menteri Kehakiman Dan Hak Asasi Manusia
Republik Indonesia Nomor : M-01.HT.01.01.Tahun 2001 tanggal 31 Januari
2001, juga harus dilengkapi : |
| |
|
a. Pengumuman dalam 2 ( dua ) surat kabar
harian yang memuat mengenai pengurangan modal perseroan ; dan |
| |
|
b. Pengumuman dalam Berita Negara Republik
Indonesia yang memuat mengenai hal yang sama. |
| |
|
|
| |
|
Pasal 4
|
|
|
|
|
|
|
Keputusan Direktur Jenderal Administrasi Hukum
Umum ini mulai berlaku sejak ditetapkan.
|
|
|
|
|
|
|
|
|