| Menetapkan : |
KEPUTUSAN MENTERI KEHAKIMAN DAN HAK ASASI MANUSIA REPUBLIK INDONESIA TENTANG PEMBERLAKUAN SISTEM ADMINISTRASI BADAN HUKUM DI DIREKTORAT JENDERAL ADMINISTRASI HUKUM UMUM DEPARTEMEN KEHAKIMAN DAN HAK ASASI MANUSIA REPUBLIK INDONESIA.
|
| Pasal 1 |
|
| (1) | Penyelesaian badan hukum dilaksanakan melalui SISMINBAKUM dengan menggunakan teknologi internet. |
| (2) |
Penyelesaian badan hukum sebagaimana dimaksud dalam ayat (1) meliputi : |
|
-
Permohonan pengesahan akta pendirian perseroan
terbatas, dan permohonan persetujuan serta penyampaian laporan
akta perubahan anggaran dasar perseroan terbatas
-
Permohonan lain yang ditetapkan berdasarkan
Keputusan Direktur Jenderal Administrasi Hukum Umum
|
|
| Pasal 2 |
| Pengguna jasa SISMINBAKUM adalah:
Notaris, Konsultan Hukum, dan pihak lain yang telah memiliki kode password
tertentu dan telah memenuhi syarat administrasi yang telah ditetapkan
berdasarkan Keputusan Direktur Jenderal Administrasi Hukum Umum.
|
| Pasal 3 |
| Tata cara pengajuan permohonan penyelesaian badan hukum sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1 diatur lebih lanjut dengan Keputusan Direktur Jenderal Administrasi Hukum Umum Departemen Kehakiman dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia.
|
| Pasal 4 |
|
| (1) | Bagi Notaris yang wilayah kerjanya belum terjangkau oleh fasilitas telepon / internet dapat mengajukan permohonan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1 ayat (2) secara manual. |
| (2) | Permohonan sebagaimana dimaksud dalam ayat (1) melampiri surat keterangan dari Kepala Kantor Telekomunikasi (PT. Telkom Tbk) setempat yang menyatakan bahwa wilayah kerja Notaris yang bersangkutan belum terjangkau oleh fasilitas internet. |
| (3) | Tata cara pengajuan permohonan penyelesaian badan hukum sebagaimana dimaksud dalam ayat (1) diatur lebih lanjut dengan Keputusan Direktur Jenderal Administrasi Hukum Umum Departemen Kehakiman dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia.
|
|
| Pasal 5 |
| Keputusan Menteri Kehakiman dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia ini, mulai berlaku terhitung sejak tanggal 1 Juli 2002.
|
|
|
Ditetapkan di Jakarta
pada tanggal 12 Juli 2002
MENTERI KEHAKIMAN DAN HAK ASASI MANUSIA
REPUBLIK INDONESIA
Ttd. Prof. DR. YUSRIL IHZA MAHENDRA |
|