| Mengingat
: |
1. |
Undang-undang Nomor 1 Tahun 1995 Tentang
Perseroan Terbatas ( Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 13
Tahun 1995; Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 3587
) ; |
|
|
|
|
| |
2. |
Keputusan
Presiden Republik Indonesia Nomor : 234/M/T Tahun 2000 Tentang Pembentukan
Kabinet Periode Tahun 1999 - 2000 ; |
|
|
|
|
| |
3. |
Keputusan Menteri Hukum Dan Perundang-undangan
Nomor : M.03-PR.07.10 Tahun 2000 Tentang Organisasi dan Tata Kerja
Departemen Hukum Dan Perundang-undangan ; |
|
|
|
|
| |
4. |
Keputusan Menteri Kehakiman Dan Hak Asasi
Manusia Republik Indonesia Nomor : M.01.HT.01.01 Tahun 2000 Tentang
Pemberla-kuan Sistem Administrasi Badan Hukum di Direktorat Jenderal
Administrasi Hukum Umum Departemen Kehakiman Dan Hak Asasi Manusia
Republik Indonesia. |
|
|
|
|
|
M E M U T U S K A N :
|
|
|
|
|
| Menetapkan
: |
|
KEPUTUSAN MENTERI KEHAKIMAN DAN HAK ASASI
MANUSIA REPUBLIK INDONESIA TENTANG TATA CARA PENYAMPAIAN LAPORAN
AKTA PERUBAHAN ANGGARAN DASAR PERSEROAN TERBATAS. |
|
|
|
|
|
|
|
Pasal 1
|
| |
|
|
|
|
|
Akta perubahan anggaran dasar yang wajib
dilaporkan kepada Menteri Kehakiman Dan Hak Asasi Manusia Republik
Indonesia adalah akta perubahan yang dibuat dihadapan Notaris berdasarkan
Keputusan Rapat Umum Pemegang Saham sesuai dengan tata cara yang
ditentukan dalam ketentuan Undang-undang Nomnor 1 Tahun 1995 adalah
yang berisi perubahan ketentuan selain ketentuan mengenai nama,
tempat kedudukan dan alamat lengkap perseroan terbatas, jangka waktu,
maksud dan tujuan serta kegiatan usaha, peningkatan modal dasar
atau pengurangan modal perseroan dan perubahan status perseroan
tertutup menjadi perseroan terbuka atau sebaliknya. |
|
|
|
|
|
|
|
Pasal 2
|
| |
|
|
|
|
(1)
|
Penyampaian laporan akta perubahan anggaran
dasar perseroan terbatas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1 diajukan
oleh Notaris kepada Menteri Kehakiman Dan Hak Asasi Manusia Republik
Indonesia, melalui Direktur Jenderal Administrasi Hukum Umum. |
|
|
|
|
| |
(2) |
Penyampaian laporan sebagaimana dimaksud
dalam ayat (1) diajukan secara elektronis dengan mengisi DIAN Model
III sebagaimana tercantum dalam Lampiran I yang menjadi bagian yang
tidak terpisahkan dari Keputusan ini. |
| |
|
|
| |
(3) |
Penyampaian laporan akta perubahan anggaran
dasar perseroan terbatas sebagaimana dimaksud dalam ayat (1), dilengkapi
dokumen pendukung secara elektronis sebagaimana tercantum dalam
Lampiran II yang menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari Keputusan
ini. |
|
|
|
|
|
|
|
Pasal 3
|
| |
|
|
|
|
(1)
|
Dalam hal penyampaian laporan akta perubahan
anggaran dasar perseroan terbatas terdapat kesalahan dalam pengisian
DIAN Model III dan atau Keterangan Dokumen Pendukung tidak lengkap,
maka Menteri Kehakiman Dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia
atau Pejabat yang ditunjuk memberitahukan secara elektronis kepada
Notaris yang bersangkutan untuk mengadakan perbaikan dan atau melengkapi
dokumen pendukung dalam waktu 14 ( empat belas ) hari sejak tanggal
pemberitahuan. |
| |
|
|
|
|
(2)
|
Apabila dalam jangka waktu 14 ( empat
belas ) hari sebagaimana ditentukan dalam ayat (1), Notaris yang
bersangkutan tidak mengadakan perbaikan dan atau melengkapi dokumen
pendukung, maka penyampaian laporan dianggap tidak pernah dilakukan. |
|
|
|
|
|
|
|
|
| |
|
Pasal 4
|
|
|
|
|
|
|
(1)
|
Dalam hal penyampaian laporan akta perubahan
anggaran dasar perseroan terbatas sebagaimana dimaksud dalam Pasal
1 dan Pasal 2 sudah sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan
yang berlaku, Menteri Kehakiman Dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia
atau Pejabat yang ditunjuk langsung mencatat laporan akta perubahan
anggaran dasar perseroan terbatas tersebut ke dalam data base Direktorat
Jenderal Adminis- trasi Hukum Umum. |
| |
|
|
| |
(2) |
Segera setelah pencatatan laporan akta
perubahan telah dilaksa-nakan sebagaimana dimaksud dalam ayat (1)
Menteri Kehakiman Dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia atau
Pejabat yang ditunjuk pada hari itu juga menerbitkan Surat Penerimaan
Laporan Akta Perubahan Anggaran Dasar Perseroan Terbatas yang ditanda
tangani secara elektronis. |
| |
|
|
| |
(3) |
Kebenaran akta perubahan anggaran dasar
perseroan terbatas sebagaimana dimaksud ayat (1) sepenuhnya menjadi
tanggung jawab Notaris. |
| |
|
|
|
|
|
Pasal 5
|
| |
|
|
|
|
(1)
|
Penyampaian laporan akta perubahan anggaran
dasar perseroan terbatas yang diajukan kepada Menteri Kehakiman
Dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia sebelum Keputusan Menteri
Kehaki-man Dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia ini berlaku,
penyelesaiannya dilakukan secara manual dan bertahap. |
| |
|
|
|
|
(2)
|
Terhitung sejak diberlakukannya Keputusan
Menteri Kehakiman Dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia ini,
semua laporan akta perubahan anggaran dasar perseroan terbatas wajib
diajukan dan didaftarkan secara elektronis. |
|
|
|
|
|
|
(3)
|
Apabila penyampaian laporan sebagaimana
dimaksud dalam ayat (2) diajukan secara manual, maka Menteri Kehakiman
Dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia atau Pejabat yang ditunjuk
wajib menolaknya dengan surat penolakan. |
|
|
|
|
|
|
|
Pasal 6
|
| |
|
|
|
|
|
Dengan berlakunya Keputusan Menteri Kehakiman
Dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia ini maka Keputusan Menteri
Kehakiman Nomor : M.03-PR.08.01 Tahun 1996 Tentang Tata Cara Penyampaian
Laporan Akta Perubahan Anggaran Dasar Perseroan Terbatas dinyatakan
tidak berlaku lagi. |
| |
|
|
|
|
|
Pasal 7
|
| |
|
|
|
|
|
Keputusan Menteri Kehakiman Dan Hak Asasi
Manusia Republik Indonesia ini mulai berlaku sejak tanggal ditetapkan,
dan berlaku secara efektif mulai tanggal 1 Maret 2001. |
|
|
|
|