| Bagi Bapak / Ibu yang sudah mengajukan
permohonan pengesahan Perseroan Terbatas yang diproses secara manual
beberapa waktu yang lampau, dan sampai saat ini belum selesai proses
pengesahan aktenya, maka berkas Bapak / Ibu dapat segera diproses
secara Sistem SABH, dengan melakukan langkah-langkah sebagai berikut
: |
| |
|
|
| |
1. |
Buat Surat Permohonan Pengalihan Proses
Pengesahan Akte Notaris dari sistem lama ke sistem baru (Sistem SABH).
Surat ini ditujukan kepada : |
| |
|
Bapak Direktur Perdata Ditjen AHU |
| |
|
Gedung Ditjen AHU Lantai 3 |
| |
|
Jalan H.R.Rasuna Said Kav. 6-7 Jakarta
Selatan. |
| |
|
|
| |
2. |
Direktur Perdata atas nama Ditjen AHU
akan membalas surat Bapak / Ibu Notaris. Apabila dokumen-dokumen
asli sudah lengkap, maka berkas dimaksud akan diproses secara Sistem SABH.
Sebaliknya apabila dokumen asli belum lengkap, mka Bapak / Ibu Notaris
diminta untuk melengkapinya terlebih dahulu sebelum dimasuki ke
dalam Sistem SABH |
| |
3. |
Proses pengalihan dari sistem lama ke
sistem baru (Sistem SABH) tidak dikenakan tarif Pemesanan Nama,
sehingga hanya membayar tarif Pendirian dan Perubahan Badan Hukum
ditambah PPN sebesar 10%. |
| |
4. |
Apabila Bapak / Ibu Notaris sudah membayar
Tarif Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP), maka Bapak / Ibu Notaris
tidak perlu membayar lagi. Sebaliknya apabila Bapak / Ibu belum
membayar Tarif PNBP, maka Bapak / Ibu diwajibkan terlebih dahulu
membayarnya sebelum melakukan akses ke sistem baru (Sistem SABH) |
| |
|
|
| |
|
|